Mampukah Tiongkok Mengalahkan Amerika Sebagai Negara Adidaya ?

Satu pertanyaan ini muncul di timeline quora saya, menarik melihat industri di negara Tiongkok sendiri sedang ngebut- ngebutnya dilihat dari industri Teknologinya dimana banyak perusahaan perusahaan asal Tiongkok mulai menginvasi pasar dunia (hehe)

Illustrasi Tiongkok Vs USA image source: postwesternworld.com

Seperti judul artikel ini dimana pertanyaan aslinya adalah Percayakah Anda bahwa Tiongkok akan menjadi negara adikuasa menggantikan AS? menurut seorang mantan pengamat politik pembangunan, Bapak David Widihandojo mengatakan bahwa 
Tiongkok tidak berambisi menjadi adi kuasa ataupun berambisi menggantikan AS. Pandangan ataupun diskusi bahwa Tiongkok berambisi menjadi adikuasa dengan menggantikan Amerika Serikat (USA) itu sepenuhnya persepsi kita orang luar dan dunia Barat yang melihat kemajuan Tiongkok dengan penuh kekhawatiran karena supremasinya terancam.
Lebih lanjut Bapak David Widihandojo menjelaskan juga mengenai apa yang sedang dilakukan oleh negara tiongkok
Tiongkok hanya sibuk fokus membangun dirinya sendiri, membebaskan dirinya dari kemiskinan ditahun 2020, mengamankan bangsa dan negaranya dari intervensi dan provokasi imperialisme Barat yang ingin mengacaukan Tiongkok, mengamankan diri dari provokasi militer atau upaya menghambat pertumbuhan ekonomi dan teknologinya. Memikirkan pekerjaan bagi ratusan ribu pekerja yang tergeser akibat otomatisasi industri hasil implementasi AI dan 5G. Sampai hari inipun Tiongkok masih terus membangun sekalipun dibawah berbagai tekanan Barat.
Tentu saja ada pertanyaan lain yang muncul dari statement diatas, Bagaimana dengan pembangunan militer Tiongkok, apakah ini bukan tanda Tiong kok ingin menjadi adikuasa? yang kemudian dijelaskan bahwa Militer Tiongkok di bangun hanya untuk kebutuhan defensif, tidak ada indikasi bahwa Tiongkok akan membangun basis militer diberbagai penjuru bumi seperti yang dilakukan AS. Seandainya Tiongkok ingin membangun basis militer disegenap penjuru bumi ini tentu akan sangat mudah. BRI yang budgetnya US$ 8 Trilyun saja disanggupinya apalagi "hanya basis militer."



Namun Tiongkok membutuhkan militer yang modern dan kuat untuk memper tahankan kedaulatannya. Oleh karena harus menghentikan provokasi militer Barat yang makin sering terjadi. Bayangkan saja jika kapal perang Barat seenak perutnya lewat Laut Jawa, dekat dengan Jakarta dengan tujuan memata-matai Jakarta, bagaimana reaksi kita? Itulah yang berulangkali dialami Tiongkok dengan kehadiran kapal-kapal perang AS di pantai Tiongkok. Setelah Tiongkok membangun basis militer di salah satu atol sehingga dapat memaksa mundur kapal perang AS pada jarak yang relatif aman. Ributlah media Barat dengan berbagai tuduhan yang diluar konteks. Berita bahwa Tiongkok membangun militer untuk kepentingan agresi sepenuhnya dari media Barat. Seringkali berita semacam ini dilakukan dengan tujuan justifikasi sebuah agresi militer.

Kita harus cerdas dan kritis apalagi dengan track record yang buruk dari media Barat. Bukankah dulu Saddam juga dituduh berambisi agresi? Serta memiliki "senjata pemusnah massal" sehingga publik AS yang bodoh menerima begitu saja - tanpa ada penolakan sedikitpun - pengeluaran pemerintah US$ trilyunan cair hanya untuk perang di Irak. Akhirnya terbukti bahwa informasi tentang Saddam dan senjata pemusnah massalnya adalah palsu belaka. Lalu bagaimana dengan nasib jutaan rakyat Irak yang harus menderita, mungkin juga harus mati dibawah hujan bom AS dan Inggris?

Bagi adikuasa tersebut itu semua tidak ada harga dan nilainya. Lalu bagaimana mungkin sebuah bangsa yang perilakunya semacam itu terhadap bangsa Irak, kita kagumi memiliki track record yang sangat bagus dalam Human Right? sehingga memiliki justifikasi untuk menuduh bangsa lain melanggar HAM? Bagaimana mungkin juga media yang mendukung kebijakan pemerintahnya, kita yakini begitu saja kebenarannya?

Kembali ke Tiongkok, bagaimana dengan Belt & Road Initiative dan Afrika. Apakah itu bukan tanda ingin menjadi adikuasa? Terlepas dari kampanye hitam Barat, bagi Tiongkok proyek ini tidak lebih dari upaya memperluas capture-market sambil sekaligus menolong tetangga di sebelah dengan bantuan infrastruktur, alih teknologi dan investasi sehingga ekonominya dapat tumbuh dan berkembang. 

Kemudian akan terbentuk kelas menengah baru, yang bagi Tiongkok berarti meningkatnya daya beli dari capture-market yang ada. Ini semua nampak jelas dari pertanggung jawaban presiden Xi dihadapan 2,980 anggota Kongres Nasional Republik Rakyat Tiongkok ke 13 pada bulan Maret 2018 yl. 


Mampukah Tiongkok Mengalahkan Amerika Sebagai Negara Adidaya ? Mampukah Tiongkok Mengalahkan Amerika Sebagai Negara Adidaya ? Reviewed by tmv31 on 7/05/2019 08:55:00 AM Rating: 5

Tiongkok hanya sibuk fokus membangun dirinya sendiri, membebaskan dirinya dari kemiskinan ditahun 2020, Mampukah Tiongkok Mengalahkan Amerika Sebagai Negara Adidaya ?

Tidak ada komentar:

no spam or will be deleted

Diberdayakan oleh Blogger.